Thursday, July 16, 2009


Aku hanya sejenis ciptaan Yang Esa yang punya secebis hati merah di dalamnya. Akur aku akan kekhilafan langkah dan susun aturku serta tutur verbalku tapi mestikah aku terus dibuang dalam saat dan detik aku masih perlu berada di dunia. Mencari dan terus menggali lubuk pahala dari dalam lombong dosa yang dalam. Izinkan aku terus menumpang di dunia ini meski tempatku hanya di satu sudut di hujung dunia yang tandus gersang kasih dan sayang. Buat teman. Akalku tak terbaca dek mindamu lantas jangan terus kau hukum aku dengan lontaran dan tohmahan lembut membunuh. Aku ada didunia bersamamu tapi dalam kotak hidupku yang tersendiri. Pada lembut angin yang menghela, pada deru ombak yang menderu, pada tiup lalang yang tak menentu, pada mergastua tua yang berzikir, pada cengal tua yang tersiksa, pada meranti menunggu mati, pada tanah asal kejadian, pada langit membumbung awan, abaikan aku. Satu masa aku akan pergi.Tapi, dikesempatan masa diberi izinkan aku perjuangkan satu perjuangan. Izinkan aku bersajak, bergurindam, berlagu senandung budi. Bukan lenggok merduku ku pertaruhkan, bukan rawan rupa aku perjudikan, bukan sesetia cinta aka janjikan tapi hanya sekelumit rasa dari jiwa yang sentiasa meronta-ronta untuk berkarya.Aku hanya berkarya.rizalismethinker@bilik 822am160709.

1 comment:

maria james chayak said...

tahniah anda diaward kan as the best writer. hahaha..